Sabtu, 25 Juni 2011

Honda C 70, Si Mungil nan Trendi



                MEROMBAK motor tidak selalu di lakukan untuk mengikuti ajang lomba modifikasi. Namun bisa juga di jadikan media untuk menyalurkan kreatifitas si pemilik dalam merombak kendaraannya.
                Adalah M Abdul Rosyid, mengaku mendapatkan kepuasan hati ketika ia berhasil merombak motor  klangenannya Honda C 70.
 
                “Intinya biar gak bosen, ganti variasi. Motor tua kan tidak harus selalu berpenampilan lawas. Untuk mempercantik sedikit polesan biar tambah muda dan fresh”, terangnya saat di temui MP (Minggu Pagi), Sabtu (25/9) di Jl. Jenderal Sudirman.
                Otonk begitu akrab disapa, konsep klasik sengaja di usung untuk memodifikasi motornya. Menurutnya konsep ini sengaja di pakai agar tidak terlalu menyimpang jauh dari konsep awalnya dan nilai sejarah motor tersebut.
                “Konsep klasik pas sekali untuk model  motor seperti C 70, konsep lain kok rasanya kurang cocok”, paparnya.
                Tahap awal modifikasi, Otonk memilih merombak total mesin motornya. Tak ingin ketinggalan dengan motor-motor keluaran terkini, mesin motor yang terlihat simpel, custom cubnya yang istimewa di sentuh dengan upaya bore-up. Dari kondisi standar 70 cc hingga lebih kurang 100 cc setara performa motor jenis sport pada zamannya.
                Selain itu sistem persneling yang di gunakan adalah memakai sistem joki sif yang tidak kalah artistik dengan motor custom lainnya. Ubahan komponen seperti karburator dan pengapian dari double ke single dilakukan untuk menunjang semakin tingginya performa mesin.
                “Kalau karburator asli skepnya kecil, jadi harus cari yang gede,untuk mengimbangi mesin 100 cc”, katanya.
                Mulai membuang beberapa bagian yang di anggap tidak perlu. Shockbreaker depan dan belakang mengalami peralihan, menggunakan shockbreaker milik Honda Supra dan di potong sekitar 10 cm. “Motor ini kayaknya lebih manis jika berpenampilan pendek, melihat body motor ini yang kecil”, ucapnya.
                Demikian juga dengan lampu gaya custom yang dipakai di bagian depan. Lebih lanjut Otonk mengatakan jika gaya modifikasi seperti ini diminati karena tampilannya yang simpel. Motor lebih enak dan nyaman, serta terasa lebih ringan dan lincah untuk digunakan sebagai kendaraan harian.
                Penggunakan ban depan dengan  jenis ukuran  70-90 dan ban belakang 80-90 serta velg milik motor matic ring 14’ terlihat pantas dipakai. Simpelnya gaya dandanan juga diperhatikan lewat pemakaian pedal starter custom serta kedua step kiri dan kananya yang bergaya custom.
                Putra pasangan Muslih dan Tri ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dan menghabiskan sekitar Rp 2 juta untuk merombak total kendaraannya. Alhasil, Honda C 70 yang tadinya tampak tua, berubah menjadi gagah dan sporty sesuai harapannya.
                Ia mengaku, jika motor rancangannya ini sering menjadi obyek tontonan dadakan saat berhenti di lampu merah. “Senang aja banyak yang melirik motor ini, jadi tambah pede. Biar motor usia tua tapi gaya kan muda”, kelakarnya.
                Otonk menyelipkan sedikit saran untuk para pembaca MP yang ingin merombak Honda C 70, mulailah merombak Honda C 70, mulailah giat mencari referensi dari berbagai sumber tentang konsep yang akan di gunakan serta mencari bengkel yang tepat untuk merombak motor dengan model Honda C 70.
                “Semuanya harus dilakukan dengan sabar dan teliti, kalau mau hasil yang didapatkan sesuai dengan keingingan dan maksimal. Bertahap untuk lebih bagus kan lebih baik, dari pada buru-buru namun hasilnya nggak maksimal?”, pungkasnya. Dip

Pemilik: M Abdul Rosyid (Otonk)
Spesifikasi:
Velg Depan/Belakang: Ring 14’ (matic)
Ban Depan/Belakang: 70-80/80-90
Sistem Pengapian: Double Stang/ Custom
Rool Bar: Custom
Shockbreaker Depan/Belakang: Honda Supra
Body Depan/Belakang: Custom
Cat: Putih
Mesin: Bore-up 100 cc
 Karburator: Honda Grand

Sumber: MINGGU PAGI NO 27 TH 63 MINGGU I OKTOBER 2010