Selasa, 28 Juni 2011

Selasa, 28/06/2011 12:19 WIB

Fitur 'Start-stop' Bakal Jadi Fitur Standar?

Dadan Kuswaraharja - detikOto

Gambar
Detroit - Sistem start-stop, sistem yang memungkinkan mesin otomatis mati ketika kendaraan berhenti bakal menjadi fitur standar. Setidaknya kendaraan yang menggunakan teknologi ini jumlahnya akan menjadi tiga kali lipat dari sekarang.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (28/6/2011) Johnson Controls memperkirakan teknologi akan dipakai kendaraan secara luas pada 5 tahun mendatang.

Di Indonesia kendaraan yang sudah menerapkan teknologi ini adalah motor Honda PCX dan smart fortwo. Ketika kendaraan berhenti di lampu merah, misalnya, mesin akan otomatis berhenti. Kemudian ketika kita memutar gas atau menekan pedal gas, mesin kendaraan otomatis menyala lagi.

Teknologi ini bakal marak karena pabrikan meyakini start-stop cukup mempengaruhi konsumsi bensin secara signifikan. Mematikan mesin ketika kendaraan berhenti seperti ini mengurangi konsumsi bensin sebesar 5-12 persen.

Selain mengurangi konsumsi bensin, emisi pun pastinya terkurangi. Apalagi ketika lalu lintas tengah macet.

Secara global, start-stop akan digunakan sampai 52-56 persen dari seluruh kendaraan baru yang beredar pada 2016. Angka ini naik dari 8 persen pada 2010.

Keterangan gambar: Tombol start-stop di smart fortwo (Ikhsan)